Health & Lifestyle

Yes! Ini Dia Kelebihan Litebite Apple Cookies Sebagai Pilihan Snack Diet

Tampil cantik dengan tubuh langsing sudah menjadi impian hampir semua perempuan. Walau demikian, siapa bilang kalau lelaki juga tidak ingin memiliki badan dengan berat badan yang ideal pula. Saat ini sudah banyak sekali metode penurunan berat badan yang bisa kamu ikuti. Mulai dari diet pola makan, olahraga rutin, hingga metode-metode instan atau ajaib lainnya.

Perlu kamu tahu, turun berat badan secara instan cenderung bersifat sementara. Mengapa demikian? Karena kebiasaan makan kamu tidak berubah walaupun berat badan kamu turun berkat metode instan tersebut. Kamu akan menjadi tergantung pada hal itu yang ujung-ujungnya berdampak pada keuangan kamu bahkan ke kesehatan kamu. Kan sayang banget yah.

“Perlu kamu tahu, turun berat badan secara instan cenderung bersifat sementara.”

Sangatlah benar kalau metode penurunan berat badan tiap orang tidaklah sama alias cocok-cocokan.  Jadi sebelum menemukan cara yang sesuai dengan kamu, kamu bisa menyimak sharing dari orang-orang yang sebelumnya sudah berhasil dalam menurunkan berat badan.

Saat ini aku mau sharing sedikit mengenai pengalaman indah (ciee~) aku saat diet bersama Diasweet Litebite. Semoga bisa saling melengkapi.

silhouette-of-a-young-girl
Sumber foto: http://i2.mirror.co.uk/

Dulu, pertama kali berat badan mencapai 69kg dengan tinggi 161 cm (tinggi saat SMA dulu, mudah-mudahan masih sama dengan sekarang ) di tahun 2011, itulah saat-saat yang tidak menyenangkan. Padahal di awal masuk kuliah tahun 2009 dulu, berat badan masih 61kg. Efek dari kenaikan berat badan ini yang sangat berbekas di hati adalah sebagai berikut.

  1. Baju dan celana sempit, mau enggak mau harus beli baru.
  2. Sulit mencari pakaian baru. Di depan kaca, hampir semua terlihat tidak cocok.
  3. Sulit mendapatkan foto yang bagus, hampir semua foto terlihat gendut.
  4. Pacar lebih langsing.
  5. Beberapa kali berlari di koridor kampus, dikatain gempa bumi.

Walaupun belum berdampak sampai ke kesehatan, tapi tekanan mental dan sosial tersebut memacuku untuk komitmen menurunkan berat badan. Yang aku siapkan untuk menyukseskan program aku adalah sebagai berikut.

  1. Membeli timbangan. (Sebagai alat ukur dan sumber motivasi tentunya)
  2. Membeli baju sauna untuk berolahraga. (Supaya keringat lebih banyak)
  3. Membeli makanan diet dengan kalori yang terkontrol. (Kopi, susu dan snack diet)

Selama 3-4 kali seminggu, aku menyempatkan untuk olahraga di pagi hari. Untuk sarapan aku minum kopi diet sebelum olahraga untuk membakar kalori lebih banyak. Setelah berolahraga, dilanjutkan dengan minum susu diet agar punya tenaga untuk beraktivitas dua jam sebelum makan siang, aku akan makan snack diet. Saat makan siang, aku makan seperti biasa dengan nasi setengah porsi saja. Dua jam sebelum makan makan, aku makan snack lagi dan untuk makan malam hanya dengan segelas susu diet lagi.

silhouette-woman
Sumber foto: http://www.nerdfitness.com

Di satu bulan pertama, mulai mengalami kebosanan dengan menu, dan aku mulai mencoba variasi di makan malam. Supaya variasi tersebut tidak membuat berat badan naik, aku membatasinya dengan melakukan penghitungan kalori makanan. Alhasil dalam enam bulan, berat aku bisa mencapai 59 kg. Dua bulan kemudian aku mencoba untuk lanjut lagi, dan berat aku mencapai angka 55 kg.

Nah, di tahap 55 kg ini, angin pendapat mulai berhembus lagi. Akan banyak dari orang di sekitarmu berpendapat kalau kamu sudah terlalu kurus, enggak usah diet lagi lah. Karena mendengarkan pendapat mereka, aku pun makan lebih banyak dan cukup lama di 58 kg pada tahun 2014-2015. Namun, di angka 58 pun, masih banyak yang tidak sepaham dan tetap menyuruh untuk makan lebih banyak. Kesimpulan dari pengalamanku, jangan terlalu mendengarkan pendapat orang lain tentang tubuh kamu sendiri, selama kamu masih sehat dan senang, keep doing!

“Jangan terlalu mendengarkan pendapat orang lain tentang tubuh kamu sendiri, selama kamu masih sehat dan senang, keep doing!”

Walaupun berat badan sekarang belum menyentuh kepala 5, tapi aku selalu ingat snack ini sangat berjasa dalam penurunan berat badanku. Aku sudah mencoba semua varian dari snack ini, bahkan produk susunya juga sudah. Di antara semua itu, aku paling suka dengan Litebite Apple Cookies. Alasannya:

  1. Low sugar dan high fiber. Bagus untuk pencernaan dan kalau lagi diet memang enggak boleh makan yang over manis yah, entar susah turun beratnya.
  2. Kalorinya rendah dan terukur. Empat keping cookies sama dengan 100 kalori.
  3. Mengenyangkan. Secara visual kita bisa makan empat keping, kalau snack lainnya biasanya hanya dua atau tiga keping dan karena terbuat dari oats instan.
  4. Apelnya wangi! Kalau aku memang lebih bahagia nyium apel ketimbang nyium aroma cinnamon (varian cookies satunya lagi).
  5. Praktis. Bisa dimakan dimana saja dan kapan saja. Tinggal bawa pakai kotak makan atau plastik per empat kepingnya.
  6. Sering promo! Ini penting banget bagi kelangsungan hidup para dieters. Secara nasi warteg dan makanan diet biasanya mahalan makanan diet. Hidup Promo!

 

czymjqsviaazlku
Sumber foto: pbs.twimg.com

Kalau di webnya sendiri, kamu bisa menemukan kelebihan lainnya dari Litebite Cookies ini dari segi kesehatannya. Tapi kalau secara pribadi, aku sudah sebutin enam poin di atas. This is how I define my diasweet.

Akhir kata, snack ini recommended dan semoga kamu juga cocok dengan seleraku 😉

 

Advertisements

5 thoughts on “Yes! Ini Dia Kelebihan Litebite Apple Cookies Sebagai Pilihan Snack Diet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s